Assalamu'alaikum

Assalamu'alaikum
Salam Ukhwah... Mari berbagi kisah

Rabu, 27 Juli 2011

Cinta Tiada Banding


Ketika Rasulullah SAW menjelang kewafatannya, Beliau sedang terbaring di tempat tidurnya di dalam rumahnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk ?” tanyanya. Tapi Saidatina Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maaf, ayahku sedang tidak dapat ditemui” kata Saidatina Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahandanya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Saidatina Fatimah “Siapakah itu wahai anakku ?”. “Tidak tahu ayah, sepertinya aku baru kali ini melihatnya” tutur Saidatina Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah SAW menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bagian demi bagian wajah anaknya itu hendak dikenang. “Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut” kata Rasulullah SAW, Saidatina Fatimah pun menahan tangisnya.

Malaikat maut datang menghampiri, kemudian Rasulullah SAW menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. “Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah ?” Tanya Rasululllah SAW dengan suara yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu” kata Jibril.

Tapi itu tidak membuat Rasulullah lega, Rasulullah SAW masih penuh kecemasan. “Engkau tidak senang mendengar khabar ini ?” tanya Jibril lagi. “Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak ?”. “Jangan khawatir wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku : ‘Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya” kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah SAW ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah SAW bersimbah peluh. “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini”.

Mata Saidatina Fatimah terpejam, Saidina Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. “Tidak sukakah engkau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” tanya Rasulullah SAW pada Malaikat pengantar wahyu itu. “Siapakah yang sanggup melihat kekasih Allah direnggut ajal” kata Jibril. “Ya Allah, betapa dahsyat maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku”.

Badan Rasulullah SAW mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu. Saidina Ali segera mendekatkan telinganya “Uushiikum bis-shalaati, wa maa malakat aimaanukum - peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu”.

Di luar pintu, tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Saidatina Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Saidina Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. “Ummatii, ummatii, ummatiii! - Umatku, umatku, umatku”.

Dan, berakhirlah hidup manusia yang paling mulia yang memberi cahaya bagi kegelapan, obat dari seluruh penyakit, penghulu seluruh manusia, rahasia dari segala rahasia, dan makhluk paling sempurna. Rasul yang sangat mengkhawatirkan nasib umatnya dari pada dirinya.

Betapa cintanya Rasulullah kepada kita. Namun, bagaimanakah cinta kita kepada Rasulullah? Sudahkah kita mengikuti seluruh Sunnahnya?

Allaahumma sholli ‘alaa saidina Muhammad.....

Selasa, 26 Juli 2011

Berbeda Itu Fitrah


Beberapa waktu silam, ketika jalan-jalan di sebuah toko buku, tak sengaja mataku tetuju pada buku yang berjudul “Berbeda itu Berkah”, setelah ku baca deskripsi singkat di sampul terakhir, ternyata buku tersebut berisikan tentang perbedaan karakter setiap manusia. Hm… hanya ku pegang sesaat, karena buku yang ingin ku cari sudah dapat, mungkin untuk bulan berikutnya saja,. Terinspirasi darijudul buku, Jadi kali ini ana ingin menggoreskan sebuah catatan yang ane beri judul “Berbeda itu Fitrah” hheee… Entermezo…


Ikhwatifillah, Pada dasarnya Allah telah memfitrahkan pada diri seseorang untuk tetap mempertahankan prinsipnya masing-masing, karena Allah telah menciptakan manusia dengan berbagai macam karakter yang berbeda. Perbedaan pendapat kadangkala tak bisa kita hindari, terutama ketika berada pada majelis syuro’, antara pendapat A dan B dalam memandang suatu keadaan tak jarang berbeda, sehingga percekcokan sering terjadi pada kalangan aktivis da’wah kampus.

Ikhtilaf di tengah umat tak hanya terjadi pada masa ini, bahkan ketika masa Nabi Muhammad SAW, perbedaan pendapat sering terjadi antara kalangan para sahabat. Kadang Bliau membenarkan salah satu pendapat dari sahabat, namun tentu saja perbedaan itu tak menjadi bomerang bagi salah satu diantara yang berselisih, karena siapapun pendapatnya yang dibenarkan oleh Rosul, mereka tak merasa besar hati, dan bagi yang dikalahkan, mereka tak merasa rendah diri.

Perbedaan ini tetap saja ada selepas wafatnya nabi tercinta, para sahabatpun berselisih faham tentang tempat pemakaman Rasulullah, bahkan ketegangan semakin terasa ketika Pembaiatan Pemimpin setelah Rosulullah. Masing-masing pihak merasa berhak untuk memberi keputusan, bahkan perselisihan ini hampir meruntuhkan persatuan mereka. Namun, karena mereka adalah orang-orang pilihan yang langsung dikader oleh Nabiyullah saw, merekapun mendasarkan dari niat yang ikhlas, dan Umarpun menunjuk Abu bakar untuk melanjutkan kepemimpinan Rosul, dan kesepakatanpun di susul oleh sahabat-sahabat lainnya.

Antara Suami dan Istripun tak bisa selalu disamakan. Dalam hal selera makanan saja sudah berbeda, apalagi dalam pendapat. Yang menjadi masalah, jika keduanya tak bisa saling menerima perbedaan tersebut. Rosulullah adalah sosok pemimpin yang sukses dalam memadukan perbedaan antara masing-masing individu sahabatnya, perselisihan ras, suku dan beberapa kabilah yang berselisih.
Beberapa pon, yang mungkin bisa kita ambil dalam menghindari perselisihan yang buruk adalah:

1. Tujuan utama adalah mencari kebenaran
Jika seseorang memiliki tujuan besar dalam mencari kebenaran, ia akan ikhlas dalam menerima pendapat orang lain yang itu adalah kebenaran. Bahkan, pada kondisi tertentu ia harus siap untuk menyatakan kekeliruan pendapatnya. Namun, bagi mereka yang berselisih untuk mencari kepuasaan hati pribadinya, ia akan sulit menerima kebenaran yang datangnya dari orang lain, jika di hati kecilnya timbul rasa pembenaran pendapat orang lain, ia akan segera menepisnya, bahkan tak takut-takut untuk memutar balikkan fakta, bahkan ayat-ayat Allah, hal ini mereka lakukan karena ingin mengunggulkan diri masing-masing. Na’udzubillah…

2. Positif Thinking
Mereka yang ikhlas sajalah yang mampu berbaik sangka terhadap orang yang tak sejalan dengannya. Tapi, apabila Buruk sangka telah memenuhi rongga hatinya, hampir dapat dipastkan, perselisihan semakin berkobar dan pendapat lawan akan selalu dinilai negative. Dan bagi mereka yang senantiasa dalam keadaan berbaik sangka, ia akan dengan mudah berlapang dada atas setiap apa-apa pendapat orang lain, yang hakikatnya lebih benar.

3. Koreksi diri
Seseorang yang berani memberi pendapat, berarti ia harus berani mengoreksi dirinya, pendapat yang di utarakan harus jelas alasannya, sehingga ketika argumennya berbeda dengan orang lain, ia siap untuk mempertahankan pendapatnya

4. Jauhi Kegaduhan dan TIDAK Berdebat

Apabila seorang ditanya tentang suatu masalah yang ia tahu dapat menimbulkan kegaduhan
dan fitnah, maka dia harus bisa mengelak daripadanya kemudian berusaha mengarahkan si Penanya pada pertanyaan-pertanyaan lain yang lebih baik, tanpa membuat si Penanya tersinggung atau kecewa. Perselisihan akan semakin tajam, jika seorang pemimpin maupun ulama justru memancing reaksi umat dengan ucapan dan pendapatnya yang kontroversial.
Seperti dipesankan hadits Rasulullah Saw yang diriwayatkan Muslim bin Yassar, "Waspadalah kamu terhadap perdebatan, karena sesungguhnya ia merupakan saat ketidaktahuan orang yang berilmu dan karenanya setan mencari kesalahannya."
Rasulullah Saw pun bersabda pula, "Barangsiapa tidak mau berdebat karena mengaku salah, maka dia akan dibangunkan sebuah rumah di sekitar surga. Barangsiapa tidak mau berdebat karena mengaku benar maka dia akan dibangunkan sebuah rumah di tengah-tengah surga. Dan barangsiapa yang membaguskan akhlaq-akhlaqnya maka dia akan dibangunkan sebuah rumah di bagian atas".

Janganlah kamu berselisih, karena kamu akan menjadi lemah dan hilang kewibawaan kamu.”
(QS. Al-Anfal: 46)

“Janganlah kamu seperti orang-orang yang musyrik, yaitu mereka mencerai-beraikan agamanya dan bergolong-golongan. Dan setiap golongan berbangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” (QS. Ar-Rum: 31-32)
Semoga Bermanfaat….

Sabtu, 23 Juli 2011

Al-Ghuroba’


Apa itu Al-Ghuroba’???

“Islam datang dalam keadaan asing. Dan ia akan kembali menjadi asing sebagaimana kedatangannya. Maka beruntunglah orang-orang yang asing itu.” (HR. Muslim)


Imam Ahmad meriwayatkan dalam Musnadnya dari Abdullah bin Amr bin al-’Ash radhiyallahu’anhu, dia mengatakan; Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berbicara dan ketika itu kami berada di sisi beliau, “Beruntunglah orang-orang yang asing.” Kemudian ada yang menanyakan, “Siapakah yang dimaksud orang-orang yang asing itu wahai Rasulullah?”. Maka beliau menjawab, “Orang-orang salih yang hidup di tengah-tengah orang-orang yang jelek lagi banyak [jumlahnya]. Orang yang mendurhakai mereka lebih banyak daripada orang yang menaati mereka.” (HR. Ahmad)


al-Ghuroba’ adalah orang-orang yang istiqomah, yang tetap berbuat baik ketika manusia telah rusak, merekalah manusia yang dijanjikan syurga dan kebahagiaan. Mereka istiqomah dengan agama Allah, dan memurnikan tauhid serta mengikhlaskan ibadah mereka hanya kepada Allah. Merekalah orang-orang yang senantiasa menjaga sholat, membayar zakat, berpuasa dan berhaji serta amalan lainnya yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Bahkan Allah mensifati mereka dalam Al-Quran,

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah pelindung kalian dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan apa yang kamu minta.” [QS. Fushilat 30-31]

Dalam hal ini, kaum hawa perlu mengetahui lebih spesifik perihal Al-ghuroba’, mengapa demikian??? Hal ini karena, kaum hawa adalah penghuni terbanyak di neraka (masyaAllah…). Yuk kita simak beberapa firman Allah dan hadist rosul mengenai muslimah :

“Aku melihat ke dalam Surga maka aku melihat kebanyakan penduduknya adalah fuqara (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penduduknya adalah wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas dan Imran serta selain keduanya)


Di dalam kisah gerhana matahari yang Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam dan para shahabatnya melakukan shalat gerhana padanya dengan shalat yang panjang, beliau Shalallahu ‘alaihi wassalam melihat Surga dan neraka.

Ketika beliau melihat neraka beliau bersabda kepada para shahabatnya radliyallahu ‘anhum : “ … dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita.” Shahabat pun bertanya : “Mengapa (demikian) wahai Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam?” Beliau Shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab : “Karena kekufuran mereka.” Kemudian ditanya lagi : “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab : “Mereka kufur terhadap suami-suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata : ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’ ” (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma)

“ … dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya mereka telanjang, melenggak-lenggokkan kepala mereka karena sombong dan berpaling dari ketaatan kepada Allah dan suaminya, kepala mereka seakan-akan seperti punuk onta. Mereka tidak masuk Surga dan tidak mendapatkan wanginya Surga padahal wanginya bisa didapati dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim dan Ahmad dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu)

Dari Imran bin Husain dia berkata, Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda :

“Sesungguhnya penduduk surga yang paling sedikit adalah wanita.”
(HR. Muslim dan Ahmad

Ada beberapa Sanksi bagi wanita, Rosul melihat:

1. Wanita yang digantung, hingga otaknya mendidih

Wanita seperti ini dikarenakan wanita yang selama hidupnya enggan menutup aurat

2. Wanita yang di gantung oleh Allah dengan lidahnya, lalu air panas mendidih di tuang di tenggorokannya


Wanita seperti ini dikarenakan ia yang sering mengomeli suaminya

3. Wanita yang kedua kakinya di ikat di payudara, dan kedua tangannya di ubun-ubun

Wanita seperti ini adalah ia yang mengotori kamar/tempat tidur suaminya, atau disebut juga dengan wanita yang suka berselingkuh

4. Wanita yang digantung, dan payudaranya digigit oleh ular dan kalajengking

Wanita seperti ini dikarenakan ia tidak suka mandi jenabat setelah haid/berhubungan, dan wanita yang sering mempermainkan sholat.

5. Wanita berkepala babi, dan badannya anak keledai, kemudian ia disiksa dengan seribu siksaan.

Wanita seperti ini dikarenakan ia suka mengadu domba/pendusta

6. Wanita yang menyerupai anjing, dan api keluar dari duburnya. Sementara malaikat memukulinya dengan pentungan yang terbuat dari api

Wanita seperti ini adalah wanita yang suka mengungkit-ungkit pemberiannya, dan iri hati/dengki.


Naudzubillah… sungguh tak dapat dibayangkan seperti apa siksaan yang Allah berikan pada wanita-wanita yang melanggar ketentuan Allah, di zaman modernisasi seperti ini, sungguh banyak godaan yang dialami oleh manusia, terlebih oleh kaum hawa. Untuk itu wahai ukhti, mari kita menjaga diri kita dari api neraka. Tak apalah kita yang mungkin sering dikatakan ninja ataupun kuno dalam segi fashion, Karena tak mengikuti trend saat ini. yang penting Allah tak menggolongkan kita dalam golongan wanita yang bertabarruj. Mari menyibukkan diri dengan banyak belajar ilmu Agama, banyak membaca al-qur’an, mentadaburinya, kemudian berusaha dengan optimal untuk mengamalkannya. Menjadi muslimah yang gemar bershadaqah, tak suka menggunjing, dan muslimah yang gemar mengikuti kajian yang didalamnya mempelajari ilmu Allah. Kita mulai dari sekarang, semoga Allah mengistiqamahkan kita. Aamiin….



“Maka takutlah kamu kepada api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu yang disediakan bagi orang-orang kafir.” (Al Baqarah : 24)

“Api kalian yang dinyalakan oleh anak cucu Adam ini hanyalah satu bagian dari 70 bagian neraka Jahanam. Mereka berkata: demi Allah, (sungguh) ia telah cukup (untuk membakar orang orang yang kafir dan berdosa) wahai Rasulullah, beliau bersabda: sungguh ia telah dilipat kalikan atasnya sebanyak 69 bagian, semuanya seperti panasnya (api dunia) ” (H. R Muslim no. 7344)

Semoga Allah menjadikan kita termasuk al-Ghuroba’. Allahumma amin.


NB : mencoba menulis ulang catetan lamaku, jum’at 16 desember 2006, Koga. Semoga bermanfaat…

Puisi-Puisi


Salam untuk Air mata

salam airmata, Hati yang gersang
engkau yang hadir dengan sejumlah aib
yang selalu membawa dosa dan tak malu mengulanginya

salam cinta wahai airmata yang tak pernah berhenti meluruh
menghiasi mimpi yang terbentuk di singgasana bertahta
lalu terciptalah luka dan hampa di lembah hitam yang suram, wahai kalbu...

wahai airmata, usaikanlah mengirim dzikir
seperti sungai yang mengalir hingga sampai ke samudera
biar itu berarti menangis...

Lepas, lepaslah air mata...
seperti hujan di negeriku...




Jemput Aku


Jemput aku pada sebuah pertemuan,
dimana kudapati jalan yang terbentang luas
dan hujan yang meluruhkan kekusuhan

jemput aku pada sebuah pertemuan,
dimana tak ku dapati lagi lembaran kisah yang melambaikan kegersangan.

jemput aku pada sebuah pertemuan.
dimana aku dapat tertidur lelap, dan membias senyum disisi-MU



Mungkin


Mungkin aku tak mengenal-Mu hingga terseok
Mungkin aku tak mencintai-Mu hingga terkapar
Mungkin aku tak memikirkan-Mu hgga terpuruk
Tapi aku menginginkan-Mu hingga terkubur



Sajak untuk Ibu


Tersenyumlah seperti keramaian kicau burung senja ini,
aku selaksa alur fikir yang selalu mengenangmu
dalam hari yang penuh misteri

Lihatlah! ada harap yg membara di ruang mataku, ibu…
Ada kata yang tak sanggup ku ucap oleh bibir
Cintaku luas ibu, Melebihi hamparan sawah yang paling luas membentang
Cintaku panjang ibu, melebihi jalan yg tak berujung
sungguh!!!



Detik yang tersisa

oleh Rismalia Az-zahra,31 Januari 2011 jam 5:37

Kita memang bisa menebar senyum, sekarang dan esok.
Taman kita tak dipenuhi dengan bunga, memang…
tapi ia tak segersang lahan tandus dan sekumuh tumpukan sampah

Detik-detik yang tak lagi terhitung telah kita lewati,
diantara lembah dan jalanan yang terjal
diantara warna yang tlah dibiaskan langit, meski mendung perlahan mengeruk cahaya yang terpancar.

kita terus menapaki janji, memperbaharui kehidupan, dan meraup serpihan luka yang terserak di branda.

Mumpung waktu tersisa, kita tata melodi penuh cita…

Butiran air
oleh Rismalia Az-zahra, 12 Februari 2011 jam 6:44

Masih ku rasa bekas hujan kemarin.
bisiknya lembut pada pohon kayu
kelopak bunga semarak menyambut
lalu butiran air di atas dedaunan, diam-diam tergelincir dan lenyap.

Hening...
Senyap jiwaku
Ya... semua serupa butiran air itu, akan Menghilang...



Bintang kembar

Bintang itu menjelaskan tentang gerak langit yang samar pada setiap malam,
dan sinarnya kemilau menusuk bumi.

Bintang itu, menuturkan doa, di setiap cahaya
ada kebeningan dan kelembutan
dan ia tetap benderang, menyelinap di antara susunan malam.

Dua bintang yang terus benderang,
mencuri hati dan menghantarkan tidur penuh harapan.
tetaplah bersinar..


indralaya, januari 2011 (Teruntuk adik tersayang)



Kumbang yang mendahului


Dan semua terasa begitu cepat,
pahit yang pekat pada krongkongan
lalu meracuni seluruh tubuh.

Memang ku biarkan kau meracik ramuan,
ku harap serupa madu yang di hisap oleh kupu-kupu perak di taman, dahulu...

Sekarang, nadiku terasa tak berdenyut,
sama halnya sayap-sayap yang tak sempurna mengepak, ternyata kumbang mendahului menyapa bunga-bunga yang merekah...


Bahasa air mata

karena terlahir sebagai seorang perempuan,
maka air mata pun berbicara,
selebihnya hanya gema yang sebentar lagi kan tenggelam
tak ada sajak, karena tlah tersekap di anatara kepitan dinding pembatas,
hanya lewat jendela rumah,

ku intai angin yang meliukkan dahan-dahan di halaman
lalu tak pernah lagi ku harapkan malam yang bersolek keanggunan bulan,
lantaran mimpi terkoyak
oleh nasib yg memburu hinggaa tak dapat memilih,
sedang jiwa tak jua mengerti.


Kita...
Baru kemarin kau mengenalku
Pagi ini, ku dapati kau tersenyum padaku.
Lalu kita berjalan bersama, berhenti sejenak,
melukis jutaan panorama hati,
kemudian kita bukukan dan kita abadikakan dalam catatan nirwana.

Ya... Kita memang harus mempertaruhkan kebersamaan yang kelak menjadi kenangan

Lalu,sempat kau diam sejenak
Aq tau,'diammu bisa jadi kata2'
karna pelupuk matamu mengisyaratkan genta yang ingin kau gaungkan; tertahan.

Ah... Kau masih saja tersenyum,
menjadi serbuk
dan kemudian merekah.

Kemudian siang tadi,
kita berteduh di bawah rindangnya pepohonan; duduk dekat sekali.
Menikmati desiran angin yang meliuk dan mengejawantahkan betapa lemah dan lusuhny jiwa

Mungkin, sore nanti, ketika kita masing-masing pulang dan menutp pintu rumah,
cerita ini kan menjadi mimpi saat kau terlelap
jika ternyata esok kita tak jumpa d persimpangan,
kikislah satu persatu luka yg pernah ku kirim dan belum sempat ku lumatkan
Ketahuilah, bersamamu adalah kerinduan yg tak dapat di hentikan pada urat nadi...


Teruntk Lingkar Cahaya-q yg menyamarkan keheningan dg isyarat.


Musim berburu dan bertani


Bicaralah padaku tentang anak panah yang di lesatkan oleh tangan tanpa ragu dan takut,
kemudian beri aku busur dan anak panahnya,
supaya ku pada sasaran yang ingin ku bidik.
Lalu, jika musim berburu tlah beranjak dan berubah menjadi musim bertani,
ajarkanlah padaku tentang menanam dan merawat padi d sawah,
tentang memupuk, menjaga dari serbuan beribu-ribu belalang, dan kemudian ku dapati hasil yang sekiranya dapat mengenyangkan perut warga yang kelaparan...


Puisiku adalah sayap-sayap

oleh Rismalia Az-zahra pada 20 Juni 2010 jam 2:27
Pada irama nadiku ada suara yang berhamburan,
diantara puing-puing yang menyisakan bermilyar debu yang tak nampak dan menyesak

pusiku adalah sayap-sayap...
yang membawaku terbang mencari SATU CINTA

puisiku adalah sayap-sayap...
yang mengajakku meregup madu pada mawar yang bermekaran

puisiku adalah sayap-sayap
yang menyapu debu di keluasan.

senja yang singkat,
puisiku adalah sayap-sayap...
yang mengantarkanku pulang di balik keranda


Bidadari itu permata yaqut dan merjan...

oleh Rismalia Az-zahra pada 31 Mei 2010 jam 5:06

serupa sinar yang berpendar
kau terpancar untuk dunia

gemercik sungai syurga,
harum bunga-bunga semerbak dalam balutan busana
kau tersenyum malu-malu
seakan-akan bidadari itu permata yaqut dan merjan,
yang di jaga keperawanannya oleh malaikat

dan, kau tetap dalam diam
sebelum bahtera berlayar kepadamu,
setiap waktu kau sibukkan karenaNya
tak pernah alpha mengeja kata satu persatu

maka, kau lebih indah dari bidadari-bidadari syurga...


Ya Humairah...

oleh Rismalia Az-zahra pada 09 Mei 2010 jam 6:46

Dalam hening pekat malam
kau berjamaah dengan ayat-ayat dzikrullah,
kalbu berderai hujan air mata
bersama desauan angin mengurai kesejukan
serupa embun pagi dini hari

Engkau...
Perempuan yang terbit dengan sinar berkilau
serpihan cahaya memukau,
seolah bidadari permata yaqut,
para malaikat menjaga keperawananmu,
para malaikat membentangkan sayap untukmu.
Bagimu cinta adalah amalan hati,ataupun syair yang berbisik usai sujud terakhirmu

Engkau....
Perempuan yang menghiasi hamparan sajadah,
mendekap bunga-bunga mahabbah
mengusap wajah yang malu-malu berlumpur dosa,
ya humairah... Ya... Humairah... Kau Serupa kuncup mawar
semerbak di sepanjang jalanan.

Ketika ku mencintaMU...
oleh Rismalia Az-zahra pada 07 April 2010 jam 3:07
Ketika ku mencintaiMu..
Seberkas cahaya menerangi jalannan yg rapuh


ketika ku mencintaiMU..


Ku bacakan mantera dari kitab yg terjaga,
saat kata tak butuh irama

ketika ku mencintaiMU..
Tak ada bimbang berjamaah setiap subuh maupun larut...

Ketika ku mencintaiMU,
inginku menatapmu, tanpa purdah atau apapun itu

ketika ku mencintaMU...
Tertulis jutaan panorama batin yang kuabadikan dalam setiap desahan nafasku...

Ketika ku mencintaiMU...
Seseorang mendekat menawarkan minum dengan isyarat...


Nikmati hari tua....

oleh Rismalia Az-zahra pada 08 Februari 2010 jam 13:23
Berteman dengan udara,
tak pernah membuat kita merasa lelah dan lemah,
terbila malam menyapa, tak perlu cemas,
kaki takkan melangkah jauh,
mulut takkan terucp 'selamat tinggal'

disini...
Rumah yang kita pakai untuk menulis beribu kisah tawa dan kenakalan anak-anak
takKan pernah terusik,
meski amarah pernah ku cipta,
biarkan menjadi kerekatan kasih antara kita..

Dibawah rembulan,
kita nikmati malam masa tua,
tangisan dan canda anak-anak menjelma senyap,
hanya desis angin tak pernah branjak,
tapi... Tak perlu airmatamu mengalir,
doa dan bunga senantiasa mereka kirim berSama udara yang menjadikan kita tak pernh merasa tua,
aku hanya ingn cahaya dari senyummu
tak pernh sirna menemani sisa waktu.....


Bahasa seorang suami kepada istrinya, Teruntuk Ayah bundaQ....

Kamis, 24 Februari 2011

TERUS BERJUANG, SERUPA ELANG


Sering tak bersyukur dengan apa yang Allah berikan, sering mengelu dengan ujian kecil yang Allah berikan. Sering merasa kurang dengan apa yang Allah berikan, tanpa melihat sekeliling. Padahal di luaran sana masih banyak hamba Allah yang di beri kekurangan, baik fisik, maupun dari segi financial.

Perjalanan ini masihlah panjang, mungkin 1000 mil, atau bahkan mungkin satu juta mil, tapi semua itu tak kan pernah kita telusuri, sebelum kita memulai dengan satu langkah. Ya…. Mulailah dengan satu langkah, kemudian teruskan perjalanan ini. yakinlah Perjuanganmu takkan pernah sia-sia. Memberi hadiah indah untuk ibu di rumah. Ibu yang semakin hari semakin tua, dari rahimnyalah kita terlahir. Menjadi sosok manusia yang di besarkan dengan harapan kelak dapat membahagiakannya. Ayah yang senantiasa berupaya member nafkah yang halal bagi putra-putrinya. Memenuhi segala kebutuhan anandanya.

Jikalau dalam perjalananmu terdapat jalan yang begitu terjal, jangan berhenti, tak perlu takut, Ada ALLAH, mintalah padaNya, supaya kau di beri kekuatan, keikhlasan, kesabaran.
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman”. ( QS.Al-Imran ayat 139)

Bersyukurlah dengan apa yang di berikan oleh Allah, meski terkadang ia terbalut oleh luka, atau mungkin ia di dipenuhi dengan deraian air mata.
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (QS. Al-Baqarah ayat 216)

Kisah menarik yang dapat kita petik ibrahnya, ada seekor burung elang, ia merupakan jenis burung yang paling lama hidupnya. Bahkan bisa bertahan hingga 70 tahun, namun dalam perjalanna hidupnya, ia dihadapi oleh ujian yang begitu berat. Ketika berumur 40 tahun, cakarnya mulai tumpul, padahal itu adalah sanjata utamanya dalam mencari mangsa. Paruhnyapun tak lagi tajam, sayap-sayapnya mulai terlihat tua dan berat, sehingga menyulitkannya untuk terbang tinggi. Maka, ia di hadapkan oleh dua pilihan. Yang pertama, ia hanya bisa menyerah dan pasrah. Atau yang kedua adalah ia harus berperang melawan kepedihannya selama 150 hari. Maka, pilihan kedua yang harus ia pilih jika ingin bertahan hidup. Iapun pergi ke puncak gunung untuk menyendiri, kemudian yang pertama ia lakukan adalah memukul-mukul paruhnya ke batu yang keras, hingga paruhnya patah dan ia harus menunggu dalam jangka waktu yang tak singkat supaya paruhnya dapat tumbuh kembali. Kemudian ia mulai memukulkan cakarnya ke batu hingga habis, dan menunggunya tumbuh kembali, setelah cakar dan paruhnya tumbuh, iapun mulai mencabut bulu-bulu sayapnya. Setelah lima bulan ia mengalami peristiwa yang mengerikan, ia pun dapat terbang kembali, menyusuri alam yang damai, dan memiliki kekuatan yang seperti saat masih muda.

Ya…. Seperti itulah kehidupan di dunia, penuh dengan ujian untuk meraih kebahagian dan kesuksesan. Maka, Mari kita berbenah dan terus berbenah, untuk memepersembahkan yang terbaik dalam masa hidup kita...
Dengan torehan kemuliaan dan semangat pantang menyerah...
Dimanapun. kapanpun dan dengan siapapun. selama ALLAH SWT
menjadi "just The ONE goal“ Insya Allah akan sukses dan "bahagia" sebagaimana doa
yang sering terlantun untuk kebahagiaan dunia dan akhirat.

Ya Rabb, segala puji bagiMU, pemilik semesta Alam, yang maha pemurah dan penyayang,
Yang menguasai hari pembalasan.
Hanya Engkau yang kami sembah, dan hanya kepadaMu kami memohon pertolongan.
Tunjukkanlah jalan yang lurus
Jalan orang-orang yang telah Engkau karuniakan kepada mereka, bukan jalan yang Engkau murkai
Dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat.

Ya Allah, ya Rahim, Ya Karim…
Jadikanlah aku hambaMu dan umat Muhammad SAW, yang beriman padaMu
Dan berbakti pada orang tuaku.
Ya Allah,
Ampunkanlah dosa mereka
Kasihanilah mereka, sebagaimana mereka mengasihiku sewaktu kecil
Bukakanlah pintu hati mereka agar senantiasa Beriman padaMu.
Aku terlalu banyak berhutang budi kepada mereka,
Namun ku balas dengan kata-kata yang terkadang menyakiti

Ya Allah, aku yang hina bersimpuh…
Muliakanlah mereka di akhirat,
Dengan akhlak yang baik dari anaknya, jangan kau jadikan aku anak yang justru kelak menyulitkan ia untuk merasakan syurgaMu ya Allah.
Ya Rabb… kuatkanlah pundak kami, untuk memikul ujian yang Engkau beri,
Tekatkan Azzamku untuk terus berusaha dan terus berjalan menyusuri jalanan ini.
Jangan Kau jadikan daku hamba yang kufur terhadap nikmat, barang sedetikpun.
Beri aku Kesabaran, beri aku kekuatan…
Aamiin……….

Rabu, 16 Februari 2011

Ibu... Sesejuk Embun....

Kata mereka, aku lahir dari rahim ibu…
Bila haus, yang memberi aku susu, ibu…
Bila lapar, yang menyuapkan aku, ibu…
Bila kesepian, yang senantiasa disampingku, ibu…
Bila bangun tidur, orang yang pertama aku cari, ibu…
Bila aku bersedih, orang yang menghiburku, ibu…
Apabila aku tersalah, orang yang menegurku, ibu…
Bila aku nakal, yang memaharahiku, ibu…
Bila aku takut, yang menenangkan aku, ibu…
Bila aku senang, orang yang pertama kuberitahu, ibu…
Bila aku sakit, orang yang menjagaku hingga tak tidur, ibu..
Bila aku bermasalah, yang paling risau, ibu…
Bila aku akan ujian, orang yang paling sibuk mengingatkan belajar, ibu…

Aku selalu ingat,
Bila aku terluka, yang kupanggil, kata “ibuuuu…’
Bila aku malas makan, yang masak kesukaanku, ibu…
Apabila aku salah, orang yang mengingatkan aku, ibu…
Yang selalu kucium pipinya, ibu…
Yang selalu puji aku, ibu…
Yang selalu mendoakanku, ibu…

Jika aku mendapat gajih pertama, orang yang hendak ku beri hadiah, ibu…
Kemudian setelah menikah, aku hidup dengan pasanganku.
Bila senang, aku cari pasanganku
Bila sedih, aku cari ibu…
Bila sukses, aku ceritakan pada pasanganku
Bila gagal, aku ceritakan pada ibu…
Bila libur, aku jalan-jalan dengan keluarga baruku
Bila sibuk, aku titipkan anak pada ibu…
Aku lupa menelpon ibu, apa lagi hanya sekedar bertanya kabarnya

Ibu selalu berkata :
“tak usah kau fikirkan ibu, ibu selalu baik-baik saja, tak usah fikirkan hendak memberi uang kepada ibu, maafkan ibu jika selama ini tak bisa membahagiakanmu…”

Ya Rabb… begitu mulia hati ibu….
Lalu… sudahkah kita menjadi anak yang senantiasa member yang terbaik untuknya???

Senin, 03 Januari 2011

Bangkai

telah ku pilih seutas benang di dalam hidup,
sebagai pengikat hati dan pengikat janji.
serta warna yg ku letakkan di atas kanvas putih
bilapun esok tak jua aku fahami tentang Kau yang mengulurkan kasih,
maka, aku hanya bangkai yang di sekelilingi tangisan hati...

indralaya, 4januari2011

Sabtu, 01 Januari 2011

Berdoa yuk...


Berdoa yukkkkkkkk…..

Dari Abu Abdur Rahman, yaitu Abdullah bin Umar bin al-Khaththab radhiallahu
'anhuma, katanya: Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Ada tiga orang dari golongan orang-orang berangkat bepergian,
sehingga terpaksalah untuk menempati sebuah gua guna bermalam, kemudian merekapun
memasukinya. Tiba-tiba jatuhlah sebuah batu besar dari gunung lalu menutup gua itu atas
mereka. Mereka berkata bahwasanya tidak ada yang dapat menyelamatkan engkau semua
dari batu besar ini melainkan jikalau engkau semua berdoa kepada Allah Ta'ala dengan
menyebutkan perbuatanmu yang baik-baik.
Seorang dari mereka itu berkata: "Ya Allah. Saya mempunyai dua orang tua yang
sudah tua-tua serta lanjut usianya dan saya tidak pernah memberi minum kepada siapapun
sebelum keduanya itu, baik kepada keluarga ataupun hamba sahaya. Kemudian pada suatu
hari amat jauhlah saya mencari kayu - yang dimaksud daun-daunan untuk makanan ternak.
Saya belum lagi pulang pada kedua orang tua itu sampai mereka tertidur. Selanjutnya
sayapun terus memerah minuman untuk keduanya itu dan keduanya saya temui telah tidur.
Saya enggan untuk membangunkan mereka ataupun memberikan minuman kepada
seseorang sebelum keduanya, baik pada keluarga atau hamba sahaya. Seterusnya saya tetap
dalam keadaan menantikan bangun mereka itu terus-menerus dan gelas itu tetap pula di
tangan saya, sehingga fajarpun menyingsinglah, Anak-anak kecil sama menangis kerana
kelaparan dan mereka ini ada di dekat kedua kaki saya. Selanjutnya setelah keduanya
bangun lalu mereka minum minumannya. Ya Allah, jikalau saya mengerjakan yang
sedemikian itu dengan niat benar-benar mengharapkan keridhaanMu, maka lapanglah
kesukaran yang sedang kita hadapi dari batu besar yang menutup ini." Batu besar itu tibatiba
membuka sedikit, tetapi mereka belum lagi dapat keluar dari gua.
Yang lain berkata: "Ya Allah, sesungguhnya saya mempunyai seorang anak paman
wanita - jadi sepupu wanita - yang merupakan orang yang tercinta bagiku dari sekalian
manusia - dalam sebuah riwayat disebutkan: Saya mencintainya sebagai kecintaan orangorang
lelaki yang amat sangat kepada wanita - kemudian saya menginginkan dirinya, tetapi
ia menolak kehendakku itu, sehingga pada suatu tahun ia memperoleh kesukaran. lapun
mendatangi tempatku, lalu saya memberikan seratus duapuluh dinar padanya dengan syarat
ia suka menyendiri antara tubuhnya dan antara tubuhku -maksudnya suka dikumpuli dalam
seketiduran. Ia berjanji sedemikian itu. Setelah saya dapat menguasai dirinya - dalam sebuah
riwayat lain disebutkan: Setelah saya dapat duduk di antara kedua kakinya - sepupuku itu
lalu berkata: "Takutlah engkau pada Allah dan jangan membuka cincin - maksudnya cincin
di sini adalah kemaluan, maka maksudnya ialah jangan melenyapkan kegadisanku ini -
melainkan dengan haknya - yakni dengan perkawinan yang sah -, lalu sayapun
meninggalkannya, sedangkan ia adalah yang amat tercinta bagiku dari seluruh manusia dan
emas yang saya berikan itu saya biarkan dimilikinya. Ya Allah, jikalau saya mengerjakan
yang sedemikian dengan niat untuk mengharapkan keridhaanMu, maka lapangkanlah
kesukaran yang sedang kita hadapi ini." Batu besar itu kemudian membuka lagi, hanya saja
mereka masih juga belum dapat keluar dari dalamnya.
Orang yang ketiga lalu berkata: "Ya Allah, saya mengupah beberapa kaum buruh dan
semuanya telah kuberikan upahnya masing-masing, kecuali seorang lelaki. Ia meninggalkan
upahnya dan terus pergi. Upahnya itu saya perkembangkan sehingga ber-tambah banyaklah
hartanya tadi. Sesudah beberapa waktu, pada suatu hari ia mendatangi saya, kemudian
berkata: Hai hamba Allah, tunaikanlah sekarang upahku yang dulu itu. Saya berkata: Semua
yang engkau lihat ini adalah berasal dari hasil upahmu itu, baik yang berupa unta, lembu
dan kambing dan juga hamba sahaya. Ia berkata: Hai hamba Allah, janganlah engkau
memperolok-olokkan aku. Saya menjawab: Saya tidak memperolok-olokkan engkau.
Kemudian orang itupun mengambil segala yang dimilikinya. Semua digiring dan tidak
seekorpun yang ditinggalkan. Ya Allah, jikalau saya mengerjakan yang sedemikian ini
dengan niat mengharapkan keridhaanMu, maka lapangkanlah kita dari kesukaran yang
sedang kita hadapi ini." Batu besar itu lalu membuka lagi dan merekapun keluar dari gua itu.
(Muttafaq 'alaih)
Keterangan:
Ada beberapa kandungan yang penting-penting dalam Hadis di atas, yaitu:
1. Kita disunnahkan berdoa kepada Allah di kala kita sedang dalam keadaan
yang sulit, misalnya mendapatkan malapetaka, kekurangan rezeki dalam kehidupan,
sedang sakit dan lain-lain.
2. Kita disunnahkan bertawassul dengan amal perbuatan kita sendiri yang shalih,
agar kesulitan itu segera lenyap dan diganti dengan kelapangan oleh Allah Ta'ala.
Bertawassul artinya membuat perantaraan dengan amal shalih itu, agar permohonan kita
dikabulkan olehNya. Bertawassul dengan cara seperti ini tidak ada seorang ulamapun yang
tidak membolehkan. Jadi beliau-beliau itu sependapat tentang bolehnya.
Juga tidak diperselisihkan oleh para alim-ulama perihal bolehnya bertawassul dengan
orang shalih yang masih hidup, sebagai-mana yang dilakukan oleh Sayidina Umar r.a.
dengan bertawassul kepada Sayidina Abbas, agar hujan segera diturunkan.
Yang diperselisihkan ialah jikalau kita bertawassul dengan orang-orang shalih yang
sudah wafat, maksudnya kita memohonkan sesuatu kepada Allah Ta'ala dengan perantaraan
beliau-beliau yang sudah di dalam kubur agar ikut membantu memohonkan supaya doa kita
dikabulkan. Sebagian alim-ulama ada yang membolehkan dan sebagian lagi tidak
membolehkan.
Jadi bukan orang-orang shalih itu yang dimohoni, tetapi yang dimohoni tetap Allah
Ta'ala jua, tetapi beliau-beliau dimohon untuk ikut membantu mendoakan saja. Kalau yang
dimohoni itu orang-orang yang sudah mati, sekalipun bagaimana juga shalihnya, semua
alim-ulama Islam sependapat bahwa perbuatan sedemikian itu haramhukumnya. Sebab hal
itutermasuksyirikatau menyekutukan sesuatu dengan Allah Ta'ala yang Maha Kuasa
Mengabulkan segala permohonan.
Namun demikian hal-hal seperti di atas hanya merupakan soal-soal furu'iyah (bukan
akidah pokok), maka jangan hendaknya menyebabkan retaknya persatuan kita kaum
Muslimin.


Dikutip dari : Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih

Rabu, 08 Desember 2010

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN AKTIVITAS



Pelaksanaan ( Tindakan) Keperawatan
1. Pemberian nutrisi melalui oral
Pemberian nutrisi melalui oral merupakan tindakan keperawatan yang dilakukan pada pasien yang tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi secara sendiri dengan cara membantu memberikan makanan /nutrisi melalui oral.
Tujuan : memenuhi kebutuhan nutrisi pasien dan membangkitkan selera makan pada pasien.
Alat dan Bahan :
1. Piring
2. Sendok
3. Garpu
4. Gelas
5. Serbet
6. Mangkok cuci tangan
7. Pengalas
8. Jenis diet

Prosedur kerja :
1. Cuci tangan
2. Jelaskan prosedur yang dilakukan
3. Atur posisi pasien
4. Pasang pengalas
5. Anjurkan pasien untuk berdoa sebelum makan
6. Bantu untuk melakukan makan dengan cara menyuapkan makanan secara sedikit demi sedikit dan berikan minum sesudah makan
7. Setelah selesai, bersihkan mulut pasien dan anjurkan untuk duduk sebentar.
8. Catat hasil atau respons pemenuhan terhadap makan
9. Cuci tangan.

2. Pemberian nutrisi melalui NGT (Naso Gastric Tube)
Pemberian nutrisi melalui NGT merupakan tindakan keperawatan yang dilakukan pada pasien yang tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi secara oral atau tidak mampu menelan dengan cara memberi makan melalui pipa lambung atau pipa penduga.
Tujuan : untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pasien.
Alat dan Bahan :
1. Pipa penduga dalam tempatnya
2. Corong
3. Spuit 20 cc
4. Pengalas
5. Bengkok
6. Plester, gunting
7. Makanan dalam bentuk cair
8. Air matang
9. Obat
10. Stetoskop
11. Klem
12. Baskom berisi air (kalau tidak ada stetoskop)
13. Vaselin

Prosedur kerja :
1. Cuci tangan
2. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan
3. Atur posisi pasien dengan posisi semifowler
4. Bersihkan daerah hidung dan pasangkan pengalas di daerah dada.
5. Letakkan bengkok di dekat pasien.
6. Tentukan letak pipa penduga degan cara mengukur panjang pipa dari epigastrium sampai hidung kemudian dibengkokkan ke telinga dan beri tanda batasnya.
7. Berikan vaselin atau pelicin pada ujung pipa dan klem pangkal pipa tersebut lalu masukan melalui hidung secara perlahan-lahan sambil pasien dianjurkan untuk menelannya.
8. Tentukan apakah pipa tersebut benar-benar sudah masuk ke lambung dengan cara:
• Masukan ujung selang yang diklem kedalam baskom yang berisi air (klem dibuka) perhatikan bila ada gelembung maka pipa masuk ke paru, dan jika tidak ada gelembung maka pipa masuk ke lambung. Setelah itu diklem atau dilipat kembali.
• Masukan udara dengan spuit kedalam lambung melalui pipa tersebut dan dengarkan dengan stetoskop. Bila di lambung terdengar bunyi , berarti pipa tersebut sudah masuk, setelah itu keluarkan udara yang ada di dalam sebanyak jumlah yang dimasukkan.
9. Setelah selesai, maka lakukan tindakan pemberian makanan dengan cara pasang corong atau spuit pada pangkal pipa.
10. Masukkan air matang sekitar 15 cc pada awal dengan cara dituangkan lewat pinggirnya.
11. Berikan makanan dalam bentuk cair yang tersedia , setelah itu bila ada masukan obat dan beri minum lalu pipa penduga diklem.
12. Catat hasil atau respons pasien selama pemberian makanan.
13. Cuci tangan

3. Pemberian nutrisi melalui parenteral
Pemberian nutrisi melalui parenteral merupakan pemberian nutrisi berupa cairan infus yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui darah vena, baik secara sentral(untuk nutrisi parenteral total) ataupun vena perifer (untuk nutrisi parenteral parsial). Pemberian nutrisi melalui parenteral dilakukan pada pasien yang tidak bisa makan melalui oral atau pipa nasogastrik dengan tujuan untuk menunjang nutrisi enteral yang hanya memenuhi sebagian kebutuhan nutrisi harian.
Metode pemberian :
1. Nutrisi parenteral parsial
Merupakan pemberian nutrisi melalui intravena yang digunakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan nutrisi harian pasien karena pasien masih dapat menggunakan saluran pencernaan. Cairan yang biasanya digunakan dalam bentuk dextrose atau cairan asam amino.

2. Nutrisi parenteral total
Merupakan pemberian nutrisi melalui intravena dimana kebutuhan nutrsi sepenuhnya melalui cairan infus karena keadaan saluran pencernaan pasien tidak dapat digunakan. Cairan yang dapat digunakan adalah cairan yang mengandung karbohidrat seperti Triofusin E 1000, Cairan yang mengandung asam amino seperti Pan Amin G , dan cairan yang mengandung lemak seperti intralipid.
Jalur pemberian nutrisi parenteraldapat melalui vena sentral untuk jangka waktu lama dan melalui vena perifer.(Hidayat, AAA& Uliyah, M, 2005)

3. Menstimulasi nafsu makan
Perawat dapat membantu menstimulasi nafsu makan klien dengan adaptasi lingkungan, konsultasi dengan ahli gizi, ketentuan diet khusus dan pilihan makanan , pemberian obat yang menstimulasi nafsu makan, dan konseling klien dan keluarga.
• Lingkungan. Klien menerima perawatan pada lingkungan yang beragam, seperti rumah mereka, fasilitas perawatan yang luas, tatanan berdasarkan komunitas, dan Rumah Sakit.Apapun keadaan lingkungan, perawat bertanggung jawab menyediakan lingkungan yang kondusif untuk makan.
• Ahli gizi. Perawat berbagi tanggung jawab dengan ahli gizi untuk mengevaluasi asupan makanan. Ahli gizi adalah yang ahli dalam terapi diet, dan perawat menghubungkan modifikasi diet untuk kondisi keseluruhan klien dan menjelaskan bagaimana diet memberi kontribusi secara asuhan keperawatan
• Diet Teraupetik dan Suplemen Diet. Diet teratur kurang lebih terdiri dari 2500 kkal dan mengandung porsi beragam kelompok makanan yang tepat. Komponen-komponen diet yang dimodifikasi termasuk isi nutrien yang spesifik, jumlah kilokalori, tekstur makanan,atau bumbu makanan. Terapi diet apapun hanya akan baik jika keinginan klien untuk mengikutinya.

4. Terapi Diet dalam Manajemen Penyakit
Bagian ini adalah rangkuman manajemen diet dari beragam penyakit :
• Penyakit Gastrointestinal. Tukak peptik dikontrol dengan makanan dan pengobatan teratur seperti simetidin, klien juga didorong untuk menghindari makanan yang meningkatkan keasaman perut seperti kafein , kopi tanpa kafein, asupan susu yang sering, sari asam jeruk, lada pedas, bumbu cabe.
o Perawatan Penyakit radang usus akut termasuk diet elemental (formula dengan nutrien pada formula paling sederhana yang siap untuk absorbsi) atau nutrisi parenteral ketika diare dan kehilangan berat badan adalah lazim. Sindroma iritabilitas usus dikelola dengan meningkatkan serat, mengurangi lemak, menghindari makan besar, dan menghindari makanan yang mengandung laktosa atau sorbitol untuk individu yang rentan.
o Perawatan Sindrom malabsorbsi seperti penyakit seliak, termasuk diet bebas gluten. Gluten terdapat pada terigu, gandum, semacam gandum.
o Perawatan Divertikulitis adalah diet residu yang moderat atau rendah hingga infeksi surut. Setelah itu, diet berserat tinggi dianjurkan secara umum untuk divertikulosis kronik.
• Penyakit Kardiovaskular. terapi diet pada infark miokardial akut termasuk pengurangan awal dalam kilokalori, makanan dengan tekstur lembut, dan kandungan lemak dan natrium yang memenuhi pedoman American Heart Association. Terapi nutrisi untuk hipertensi termasuk pengurangan kilokalori untuk meningkatkan pengurangan berat badan yang sesuai, penurunan asupan natrium, dan makanan yang kaya kalium jika diuretik yang membuang kalium digunakan dalam pengobatan.
• Diabetes. Pada kasus Diabetes Mellitus I n II, diet menjadi individual menurut usia, bentuk, berat badan dan tingkat aktivitas klien. Makanan untuk perencanaan diet diklasifikasikan dalam enam kelompok pergantian. Setiap jenis kurang lebih memiliki nilai nutrisi yang sama seperti makanan lain pada kelompok yang sama. Makan direncanakan sekitar jumlah pengantian makanan yang seimbang, dan makanan dapat ditukar dalam kelompok.
• Penyakit Ginjal. Program diet glomerulonefritis akut tergantung gejala klien yang dirancang untuk memaksimalkan asupan nutrisi. Cairan, garam, dan protein tidak dibatasi kecuali terdapat indikasi gejala-gejala seperti edema, uremia, atau oliguria.
o Perawatan Gagal Ginjal akut biasanya terdiri dari pembatasan cairan kurang lebih 400 ml/hari. Jika saluran gastrointestinal dapat berfungsi, maka tersedia produk pemberian makan melalui selang enteral yang dirancang khusus. Perawatan gagal ginjal kronis khasnya terdiri dari diet yang memberikan 80 g protein/ hari dan membatasi jumlah kalium, fosfat, natrium, kalsium dan cairan.
o Perawatan Diet Untuk Batu Ginjal tergantung pada tipe batu.
• Kanker dan Perawatan Kanker. Sel maligna melawan sel normal untuk nutrien, yang meningkatkan kebutuhan metabolik klien.klien yang kanker, berciri khas mengeluh anoreksia dan distorsi rasa, dan kebanyakan perawatan kanker menyebabkan masalah nutrisi. Terapi radiasi dapat menyebabkan anoreksia, stomatitis, diare hebat, striktur usus dan nyeri. Perawatan radiasi kepala dann leher dapat menyebabkan gangguan rasa dan bau, penurunana saliva dan disfagia.
• Human Immunodefiency Virus (HIV). HIV menginfeksi klien dengan ciri khas yaitu mengalami perusakan tubuh dan kehilangan berat badan yang hebat. Manajemen nutrisi pada AIDS berfokus pada memaksimalkan kilokalori dan nutrien. Intoleransi lemak yang berhubungan dengan malabsorpsi merupakan masalah khusus bagi klien AIDS. Suplemen oral yang terdiri dari trigeliserida medium lebih ditoleransi daripada safflower atau produk kacang kedelai.
• Efek Psikososial Diet Khusus. Makanan memiliki arti simbolis bagi klien dan berhubungan dekat dengan gaya hidup, kebiasaan, latar belakang kebudayaan, dan aspek-aspek lain dari individu. Perubahan pada diet biasa dapat mempengaruhi kesenangan makan klien. Sarankan klien untuk: melanjutkan makanan pada waktu makan yang biasa dan dengan anggota keluarga, membuat ragam pada tekstur dan temperatur makanan untuk memberikan variasi, menggunakan herbal dan bumbu secara kreatif untuk menambah rasa, dan memasukkan makanan dalam diet untuk mencegah rasa lelah.

5. Makan Sendiri
Klien cacat yang terganggu asupan makanan secara mandiri harus diperbolehkan melakukan sebisa mungkin untuk diri mereka sendiri. Alat makan khusus harus disediakan jika klien ingin melakukan secara mandiri. Beberapa klien cacat menjadi lelah atas usaha makan sendiri. Klien yang berhenti makan mungkin masih lapar dan perlu bantuan untuk menyelesaikan makanan. Hasil dari makan sendiri harus dievalusi berdasarkan asupan makanan dan bukan kebersihannya. Keberhasilan harus diakui dan dikomentari. Makan sedikit yang sering menjadi hal yang terbaik untuk mencapai kecukupan nutrisi. Perawat yang menemukan cara untuk membantu klien cacat untuk makan lebih mandiri harus membagi informasi ini dengan menggabungkan ke dalam asuhan rencana keperawatan.
6. Konseling Klien dan Keluarga
Klien yang keluar dari rumah sakit dengan diresepkan diet seringkali klien yang mengalami defisit nutrisi atau masalah khusus seperti obesitas membutuhkan bantuan dalam perencanaan menu dan kepatuhan dengan terapi diet yang diekomendasi. Peranan konseling perawat termasuk keluarga dan informasi tentang sumber-sumber tersebut.
Perencanaan makan harus memperhitungkan anggaran keluarga dan perbedaan pilihan anggota keluarga. Makanan yang spesifik dipilih berdasarkan resep diet atau standar pedoman diet seperti kelompok dasar makanan. Untuk keluarga dengan anggaran yang terbatas, dapat menggunakan pengganti. Metode persiapan juga dimodifikasi apabila diperlukan untuk meminimalkan substansi tertentu.
Perencanaan lanjut untuk menu seminggu membantu meningkatkan nutrisi yang baik atau kepatuhan pada diet spesifik dan membantu anggota keluarga menghindari impuls makan dari makanan yang kurang nutrisinya. Perencanaan lanjut yang hati-hati membantu keluarga tetap dengan anggaran yang dialokasikan kaena pembelian makanan yang direncanakan secara umum lebih ekonomis.
2.1.5. Evaluasi Keperawatan
Evaluasi terhadap masalahkebutuhan nutrisi secara umum dapat dinilai dari adanaya kemampuan dalam :
1. Meningkatkan nafsu makan ditunjukkan dengan adanya kemampan dalam makan serta adanya perubahan nafsu makan apabila terjadi kurang dari kebutuhan.
2. Terpenuhinya kebutuhan nutrisi ditunjjukkan dengan tidak adanya tanda kekurangan atau kelebihan berat badan
3. Memepertahankan nutrisi melalui oral atau perenteral ditunjukkan dengan adanya proses pencernaan makanan yang adekuat

LARA

LARA
Rismalia Az-zahra

Di taman ini, ku hela nafas kesunyian yang terbata-bata, menikam suara hati, agar tak lagi sekedar menjadi bayangan dalam keheningan. Beberapa tahun silam, di tempat ini, kita nikmati kabut bersama angan-angan yang tak terlabuhkan. Sepasang janji setia menjadi denting harpa yang gemerincingnya berperan sebagai penghapus duka. Dan beberapa tahun silam, di taman ini, kau peluk erat tubuhku, kau letakkan tanganmu di dadaku, kau hapus air mataku, kau bisikkan,“urat nadiku senantiasa merindu keberhasilanmu, pergilah… aku menantimu di taman ini.”
***
Aku sadar, kau selalu mengalah untukku. Pernah suatu ketika kau melepas sepatumu untukku, kau berikan sepatu kesayanganmu untukku, padahal sepatu itu adalah hadiah ulang tahun bunda Murni untukmu.
“Pakailah Din, kau hari ini membutuhkan sepatu ini, mana mungkin kau ikut olimpiade, tapi sepatumu koyak seperti itu. Biarlah aku yang memakai sepatumu” katamu waktu itu.
Aku tak bisa menolak, ya… karena kau memang tak pernah mau melihatku susah dan bersedih.



Lara… ku harap namamu tak seperti takdirmu. Ingin sekali aku yang menjadi pahlawan untukmu, tidak kau selalu. Kita memang dibesarkan di tempat yang sama, “Panti Asuhan Warna Pelangi”, apa yang kau makan, itu yang ku makan, apa yang ku kerjakan, kau selalu membantuku. Bahkan, kau lebih sering mengerjakan tugasku.
Pernah suatu ketika bunda Murni menasihatimu, “Lara… biarlah Dinda yang menyelesaikan tugasnya, kaupun butuh istirahat”.
“Tak apa Nda, lagian Dinda harus belajar lebih, ia harus mendapatkan biasiswa untuk kuliah. Kan kalau Dinda berhasil, adik-adik disini juga ikut senang” jawabnya, sambil tersenyum dan terus melanjutkan pekerjaan.
***
Dan, perasaan cintaku padamu bukanlah hanya sekedar lisan yang pernah ku ucap, ketika malam kian merangkak, bulan bintang saksi penuturanku. Kau tau kekuranganku, kau tau kelemahanku, hingga akhirnya kau kuatkan aku, kau sirami aku dengan kata yang menyegarkan lorong-lorong hatiku.
***
Lara… bukankah di taman ini tempat kita melukis wajah di mega-mega? Kau tak sekedar teman seperjuanganku, menghabiskan waktu dengan kehinaan, menghabiskan waktu dengan cacian, menghabiskan waktu dengan kepedihan, menghabiskan waktu dengan sebutan ‘Yatim Piatu’. Tapi, kita tak pernah sibuk membicarakan, “Dimana ibu bapak kita? Seperti apa rupa mereka?”. Karena kebersamaan kita telah mengganti asa menjadi kasih yang semerbak.



Hari ini, ingin rasanya ku ulangi masa kanak-kanak kita, berlarian mengejar kupu-kupu berwarna emas. Ya.. aku ingat, kau paling takut dengan cacing, maupun ulat yang ada di dahan-dahan. Dengan kejahilanku, tak jarang ku membuatmu menangis ketakutan, hingga akhirnya kau mengaku kalah. Dan aku terbahak melihat ekspresimu kala itu. Aku ingat sekali, kita sering lari sampai terjatuh karena mencuri mangga milik Pak Somat. Canda kita yang meramaikan gubuk sederhana itu, tempat kita dibesarkan, tempat kita belajar memaknai hidup, tempat kita menghabiskan waktu dengan adik-adik yang senasib dengan kita, tempat kita membantu bunda Murni membuat kripik untuk kita jual di sekolah.
Yang indah… kebersamaan kita.
***
Dan, untuk pertama kalinya aku harus berpisah denganmu, aku tak habis fikir, kau justru tersenyum indah untukku. Sempat terbersit di hatiku, kau tersenyum senang, ya… supaya kau dapat menjadi anak kesayangan bunda Murni kan?
Dan kata-katamu terakhir saat itu adalah, “Dinda, jika kau nikmati sepi, maka.. itulah aku..”
Aku hanya terdiam, karena saat itu fikiranku buruk terhadapmu. Maafkan aku Lara…
***
Maka, ku benarkan bahwa Menggapai cita tak sesingkat bunga di taman. Yang mulai menguncup lalu beberapa hari kemudian merekah. Karena padanya butuh kesabaran, butuh keseriusan, dan butuh ketekunan.
Hari-hari di Perantauan, tahun pertama tak jarang kau mengirim surat untukku. Namun di tahun berikutnya, aku jarang membalasnya. Kau pun memaklumi kesibukkanku. Karena kau tau, aku tengah meraih apa yang pernah kita gantungkan di ranting-ranting harapan. Sekarang akupun tau Lara, mengapa kau katakana, ‘sepi itu aku’.
Karena setiap ku merasakan sepi, kau hadir untukku, mengurai letih yang melekuk tubuhku, mengikis duka yang mendesir di dasaran hatiku. Dengan mengenang kebersamaan kita, maka lukaku terobati, hatiku menjadi damai, dan seolah kau kobari Semangat yang membara. Aku akan sukses untukmu, membawa gelar sarjana, dan lulusan terbaik, menjadi motivasi adik-adik, membahagiakan bunda Murni. Itu maumu kan?
Aku tak ingin mengecewakanmu tentunya, karena ku sadar, hanya itu yang dapat ku lakukan untukmu, membuatmu sumringah menatap kehidupan. Aku memang tak bisa menjadi pahlawan yang memberi sepatu untukmu sekolah, aku tak bisa menjadi pahlawan yang membantumu menyelesaikan tugas rumah, aku tak bisa sepertimu yang selalu mengalah. Dan ini caraku, menunjukkan cinta padamu.
***
Tapi ada yang membuatku sangat marah Lara, mengapa tak kau ceritakan perihal sakit yang memvonismu untuk tak lama bertahan hidup?
Mengapa tak pernah kau ceritakan, bahwa kau mengalami kanker otak?
“Maafkan bunda Din, bunda tak bermaksud menyembunyikan semua darimu. Tapi ini permintaan Lara, ia tak ingin mengganggu studimu”
Bodoh sekali dirimu Lara, mana mungkin sedikit waktu untukmu mengganggu studiku. Ingin rasanya aku marah padamu Lara.
“Lara sangat menyayangimu Dinda, bunda sampai terharu mendengar cerita-ceritanya, tahukah kau, mengapa ia begitu menyayangimu?” kata bunda kala itu. Aku terdiam, tak sepatah katapun keluar dari bibirku. Sungguh kelu saat itu, nanar hatiku tak tertahan lagi.
“Katanya, kaulah orang yang paling sering menyelimutinya ketika ia tertidur, karena itu, ia merasa kasih sayang seorang ibu pada anaknya. Kau yang paling sering membangunkannya untuk Sholat malam, karena itu, ia merasa nasihat seorang ibu pada anaknya. Kau pernah melindunginya ketika ia di ganggu oleh teman laki-laki kalian di sekolah” sambung bunda sambil terisak.
Lara… aku tak sebaik itu, kau jauh lebih baik. Kau tak hanya memerankan sebagai seorang sahabat, tetapi saudara, bahkan orang tua untukku.
“Kenangan kalian sangat berharga baginya Dinda, oleh sebab itu, sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya, ia berpesan untuk di kuburkan di taman ini” Isak Bunda menjadi, sambil menabur bunga di atas pusaran.

Lara… kini aku telah kembali di taman ini, Nisankah yang kau jadikan hadiah untuk menyambut keberhasilanku?
Lara… lihatlah aku, aku telah menjadi seorang sarjana, seperti apa yang kau mau. Bahkan aku telah mendapat pekerjaan tetap, tapi mengapa kau tak berkenan melihatku?
***
Di taman ini, akan terulang kisah, ketika air mata berderai, yang membedakan hanyalah aku seorang diri, tanpa ragamu... tapi namamu takkan pernah lekang. Karena kenanganmu terbingkai indah di beranda hati.